MODEL PEMBELAJARAN TGT

Untuk melaksanakan proses belajar mengajar matematika yang menekankan pada keterlibatan para siswa secara optimal dan membantu pemahaman siswa dalam mempelajari matematika, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif belajar, baik secara mental, fisik maupun sosial. Pelibatan secara mental yaitu dengan mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur dari matematika yang dipelajari, pelibatan fisik meliputi fungsi indera, sedangkan fungsi sosial misalnya mengaktifkan hubungan sesama siswa melalui diskusi atau kerja kelompok. Yang dimaksud dengan siswa aktif belajar menurut Soedjadi (2000:102), adalah:  (1) optimalisasi interaksi antar unsur-unsur yang terdapat dalam proses pembelajaran dan (2) optimalisasi keikutsertaan seluruh sense (indera, emosi, karsa, karya dan nalar) peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam proses belajar mengajar pengikutsertaan anak secara aktif berjalan efektif, bila pengorganisasian dan penyampaian materi sesuai dengan kesiapan mental anak. Guru dapat memilih suatu metode mengajar atau model pembelajaran yang tepat berdasarkan upaya pada pengalaman lapangan yang diperoleh atau pada teori-teori tertentu. Untuk mengaktifkan siswa dalam belajar matematika di kelas antara lain dapat ditempuh melalui pembelajaran Teams Games Tournamenst.

Melalui pembelajaran Teams Games Tournamenst diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika yang saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Pada model pembelajaran ini menekankan pada permainan melalui pertandingan atau turnamen akademis. Model pembelajaran tersebut jelas sekali dimaksudkan untuk lebih memberikan kesempatan yang luas kepada para siswa untuk aktif belajar.  Dapat juga dikatakan model pembelajaran ini untuk mengupayakan agar pembelajaran yang terpusat pada guru (teacher oriented) berubah menjadi terpusat pada siswa (student oriented) (Soedjadi, 1998:100). Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournamenst (TGT) disajikan dalam lima langkah, yaitu: (1) menyajikan informasi (presentasi kelas), (2) pembentukan tim atau mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, (3) permainan, (4) pertandingan atau turnamen,   (5) pemberian penghargaan (Slavin, 1995).

1. Model Pembelajaran Kooperatif

Keberhasilan pembelajaran, termasuk pembelajaran kubus dan balok sangat ditentukan oleh model pembelajaran yang dipergunakan. Pentingnya suatu model dalam pembelajaran matematika digambarkan oleh Kutz (dalam Saragih, 2000:14) dengan mengatakan bahwa tanpa suatu model yang jelas, pembelajaran matematika tidak akan efektif, sehingga tidak mungkin diharapkan berhasil dengan baik.

Menurut Tim MKPBM (2001:218) pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang mencakupi suatu kelompok kecil siswa yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah, menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut Slavin (dalam Widada, 1999:25) model pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran dengan penekanan pada aspek sosial dan menggunakan kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 siswa yang sederajat tapi berkemampuan heterogen. Sederajat yang dimaksud disini adalah siswa-siswa berasal tingkatan sekolah dan kelas yang sama, sedangkan heterogen tidak hanya kemampuan tapi juga jenis kelamin dan ras.  Pembelajaran kooperatif menumbuhkan pembentukan kerja kelompok yang saling memiliki ketergantungan secara positif antar anggotanya sehingga meniadakan persaingan secara individu dalam kelompok itu.

Arends (1997:111) juga mengemukakan bahwa karakteristik pembelajaran kooperatif adalah: (a) siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademis, (b) anggota-anggota kelompok diatur terdiri dari siswa dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah, (c) jika mungkin, masing-masing anggota kelompok berbeda suku, budaya, dan jenis kelamin, dan (d) sistem penghargaan lebih berorientasi pada kelompok daripada individu.

Carin  (1993:63)  mengemukakan  pembelajaran kooperatif ditandai oleh          ciri-ciri:

  1. Setiap anggota mempunyai peran
  2. Terjadinya interaksi langsung antar siswa
  3. Setiap anggota  kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya.
  4. Peran guru adalah membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan  interpersonal kelompok,
  5. Guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.

Lundgren (dalam Saragih, 2000:17) mengemukakan unsur-unsur dasar  pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

  1. Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “ tenggelam atau berenang bersama ”.
  2. Para siswa memiliki tanggung jawab terhadap siswa lain dalam kelompoknya disamping tanggung ajawab terhadap diri sendiri dalam mepelajari materi.
  3. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama
  4. Para siswa harus memberikan tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompok
  5. Para siswa akan diberi satu evaluasi atau penghargaan yang akan berpengaruh terhadap evaluasi  seluruh anggota  kelompok.
  6. Para siswa akan diminta pertanggung jawaban individu, tentang materi yang dipelajari dalam kelompok kooperatif.

Dari uraian tentang ciri-ciri dan unsur-unsur dasar  pembelajaran kooperatif di atas, terdapat hubungan yang sangat erat. Misalnya setiap anggota mempunyai peran sehingga mereka harus punya persepsi bahwa mereka akan “tenggelam atau berenang bersama”, dan pada mereka juga diberikan tugas dan tanggung jawab yang sama dalam kelompok. Begitu pula berdasarkan ciri-ciri setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan teman-teman kelompoknya akan terlihat pada unsur  di mana para siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap siswa lain dalam kelompoknya di samping tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi.

2. Langkah-langkah  Pembelajaran kooperatif

Terdapat enam tahapan utama model pembelajaran kooperatif, pembelajaran diawali dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran disertai dengan memotivasi siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Tahap ini diikuti dengan penyampaian informasi dengan lisan atau dalam bentuk bacaan. Selanjutnya siswa dikelompokkan  ke dalam kelompok-kelompok belajarnya. Tahap ini diikuti bimbingan guru pada saat siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas secara berkelompok. Selanjutnya tahap terakhir pembelajaran kooperatif meliputi presentasi hasil akhir kerja kelompok, atau evaluasi tentang materi yang telah dipelajari dan memberikan penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu.

Ke enam tahapan pembelajaran kooperatif  oleh Arends (dalam Ibrahim dkk, 2000:10) disajikan dalam bentuk tabel berikut ini.

Tabel. 2.2. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif

Sintaks Pembelajaran Kooperatif

Fase Indikator Aktivitas/Kegiatan Guru
1 Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demosntrasi atau lewat bahan bacaan.
3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien
4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Guru memberikan tugas (pen) dan membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.
5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6 Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya/hasil belajar individu/kelompok

  1. 3. Pembelajaran Kooperatif  Tipe Teams Games Tournments (TGT)

Slavin (1995:76) membedakan pembelajaran kooperatif dalam lima tipe, yaitu Student Teams Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, Team Games Tournament (TGT), Team Assisted Individualization (TAI), dan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Dalam makalah ini hanya akan dibahas model pembelajaran tipe Teams Games Tournments (TGT) seperti uraian berikut.

Agar pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat berjalan dengan baik, maka KBM harus dilaksanakan sesuai dengan tahapan kooperatif. Pada makalah ini Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournamenst (TGT) disajikan dalam lima tahap, yaitu: (1) menyajikan informasi (presentasi kelas),                 (2) pembentukan tim atau mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, (3) permainan, (4) pertandingan atau turnamen, (5) pemberian penghargaan.

  1. a. Tahap-1 Menyajikan informasi (presentasi kelas)

Kegiatan yang dilaksanakan guru pada tahap ini adalah menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, menyajikan materi pelajaran seperti biasanya, bisa dengan ceramah, diskusi, demonstrasi, lewat bahan bacaan atau eksperimen tergantung karakteristik materi yang sedang disampikan dan ketersediaan media di sekolah yang bersangkutan. Pada kesempatan ini guru harus memeritahukan siswa agar cermat mengikuti proses pembelajaran karena informasi yang diterimanya pada fase ini sangat bermanfaat dalam menentukan skor tim mereka.

b. Tahap-2 Pembentukan tim (Kelompok)

Pada tahap ini guru membentuk kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4 – 5 orang siswa terdiri-dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan kurang. Fungsi kelompok disini adalah untuk menggembleng semua anggota untuk belajar, mengkaji materi yang disampikan oleh guru, berdiskusi, membantu anggota yang kemampuan akademiknya kurang, sehingga mereka secara tim nantinya siap untuk mengikuti pertandingan atau turnamen akademis. Kekompakan kerjasama tim akan mampu meningkatkan hubungan antarsesama anggota tim, rasa percaya diri, dan keakraban antarsiswa.

c. Tahap-3 Permainan

Dalam tahap ini guru membuat suatu bentuk permainan yang materinya terdiri dari sejumlah pertanyaan yang relevan dengan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru pada tahap sebelumnya, untuk menguji kemajuan pengetahuan siswa setelah memperoleh informasi secara klasikal dan hasil latihan dikelompoknya. Permainan diatur dengan cara tiap meja terdiri dari 3 – 5 siswa yang berasal dari kelompok yang berbeda, dan mereka akan mendapat sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan. Dalam permainan terdapat pembagian tugas, yaitu satu orang sebagai pembaca soal, satu lagi sebagai pemain dan yang lainnya sebagai penyanggah atau penantang. Permainan pada setiap meja diatur sebagai berikut: pertama pemain mengambil  kartu undian yang berisi nomor, pembaca soal membaca soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain. Selanjutnya pemain dipersilakan mengerjakan soal tersebut demikian juga penyanggah atau penantangnya. Pada selang waktu tertentu pemain disuruh memberikan jawaban yang kemudian ditanggapi oleh penyanggah. Kemudian pembaca soal membuka kunci jawaban soal tersebut. Skor diberikan kepada pemain atau penyanggah tergantung siapa yang benar menjawab. Setelah itu posisi pemain diputar sehingga semua pemain memperoleh ketiga peran tersebut di atas.

d. Tahap-4 Turnamen

Pada tahap ini biasanya diadakan setiap akhir pembehasan suatu unit pelajaran. Pada awal turnamen, guru menempatkan siswa pada meja turnamen berdasarkan peringkat prestasi akademiknya. Tiap meja berisi 3 siswa dengan kemampuan akademik setara yang berasal dari masing-masing tim atau kelompok. Sebagai ilustrasi lihat gambar berikut. (Adaptasi dari Slavin, 1995:86)

e. Tahap-5 Penghargaan kelompok

Skor kelompok dihitung dengan cara menjumlahkan skor anggota masing-masing kelompok kemudian dicari reratanya. Berdasarkan skor rerata kelompok akan diperoleh gambaran perbedaan prestasinya. Dari skor kelompok ini guru dapat memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok berdarkan kriteria pada tabel berikut.

Tabel 2.1 Kriteria Penghargaan Untuk Kelompok

No. Kriteria (Rerata Kelompok) Predikat
1. < 15 -
2. 15 < 20 Kelompok Cukup
3. 20 < 25 Kelompok Baik
4. 25 Kelompok Sangat Baik

(Sumber: Adaptasi dari Slavin, 1995)

Skor rerata kelompok yang lebih kecil dari 15 sengaja tidak diberikan predikat untuk memacu kelompok agar lebih giat belajar pada topik-topik berikutnya.

Komentar bertahan »

Model Pembelajaran TGT

MODEL PEMBELAJARAN TGT

Komentar bertahan »

MATAHARI TERBIT

Ini materi matahariSunset

Komentar bertahan »

Aljabar

aljabar adalah

Komentar bertahan »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.